NADIKABAR.COM — Panitia telah memilih 10 kandidat DPD RI Awards 2026 untuk kategori Pelestari Budaya Daerah. Para kandidat melakukan inovasi dalam pengembangan dan pelestarian budaya di daerah.
Pada kategori Pelestari Budaya Daerah ini, penghargaan akan diberikan kepada sosok yang juga berupaya mempromosikan budaya daerah di tingkat nasional maupun internasional. Para kandidat berasal dari berbagai wilayah Indonesia.
"Diberikan kepada individu yang memiliki inovasi dalam pengembangan dan pelestarian budaya daerah serta berperan aktif dalam mempromosikan budaya daerah di tingkat nasional maupun internasional," demikian keterangan DPD dalam laman resminya, seperti dilihat Jumat (25/9/2026).
Berikut nama 10 kandidat Pelestari Budaya Daerah yang diurutkan berdasarkan abjad:
1. Alfonsa Raga Horeng2. Anitawati3. Cletus Beru4. Endang Dzunuraini5. Juwandi6. Leni Febrianti7. Maulana Muhammad Syuhada8. Mugiyono Kasido9. Muhammad Ridwan Alimuddin10. Poltak Tambunan
Ketua DPD RI Sultan B Najamudin memastikan bahwa proses DPD RI Awards bebas dari intervensi. Ketua DPD RI Sultan menilai banyak tokoh di daerah yang belum terperhatikan.
"Ini kami lakukan karena begitu banyak aspirasi yang masuk, begitu banyak potensi dari daerah local hero, local champion yang itu belum masuk radar," kata Sultan di acara DPD RI Awards 2025 lalu.
Sultan mengatakan acara ini digelar untuk menjaring para pahlawan di daerah yang selama ini belum tersorot. Ia menyebut acara ini juga merupakan aspirasi dari masyarakat daerah.
"Kami 152 anggota DPD yang kalau dikonversikan itu hampir 80 juta masyarakat daerah yang menitipkan amanah ke kami. Makanya melalui DPD Awards kita mau menjaring, lalu menemukan begitu banyak potensi yang belum terjaring, local hero, local champion. Orang daerah yang banyak berkontribusi berpartisipasi pada kemajuan daerah di bidang masing-masing tapi belum terpantau," jelas dia.
Sultan memastikan pimpinan DPD RI tidak bisa mengintervensi pemenang penghargaan ini. Ia menyebut para Dewan Pakar yang dilibatkan capable dan independen.
"Kategori nanti kita lihat, karena kami nggak boleh intervensi juga, ada bidang pariwisata, kebudayaan, perempuan dan anak, pendidikan, sosial, banyak lah pokoknya. Melibatkan juri-juri yang capable, independen dan transparansi. Pimpinan juga nggak bisa intervensi, sampai detik ini juga saya nggak tahu siapa yang jadi juara," ujar dia.