NADIKABAR.COM — Sejumlah selebritas perempuan menunjukkan kepedulian terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di beberapa kawasan Indonesia dengan turun langsung membantu upaya pemadaman di lokasi terdampak.
Tak hanya ikut memadamkan kebakaran hutan, mereka juga menyalurkan bantuan dalam bentuk obat-obatan hingga kebutuhan darurat bagi warga terdampak.
Aksi mereka menjadi sorotan karena berani terjun langsung membantu memadamkan api di tengah karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa bulan terakhir.
Sherina Munaf menjadi salah satu selebritas yang terjun langsung membantu upaya pemadaman. Aksi Sherina pun mendapatkan sorotan luas hingga apresiasi para pengguna media sosial.
Pada awal September 2026, Sherina datang langsung ke lokasi terdampak karhutla di Kalimantan Tengah. Ia datang bersama tim Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF).
Sherina turut memadamkan api di area hutan belakang Fakultas MIPA Universitas Palangka Raya. Kala itu, ia menilai medan yang ditemui lebih menantang dibandingkan saat rewetting atau pembasahan kembali di Hiu Putih dan Taman Wisata Alam Galeget Tiawu.
"Jujur buat aku ini adalah terrain yang lebih challenging lagi, karena banyak sekali batang-batang kayu yang di atas gambut yang sangat panas," kata Sherina dalam unggahan di media sosial.
"Jadi setiap kali kami melangkah ke depan, kami harus mendinginkan dulu karena masih sangat aktif baranya. Lebih panas lagi," lanjutnya.
Upaya pemadaman juga disebut tidak selalu berakhir setelah api terlihat sudah padam. Ia pun benar-benar merasakan dan memahami proses tersebut dapat menguras tenaga hingga mental para relawan.
Dalam upaya pemadaman saat itu, Sherina juga mengajak mahasiswa lain untuk turut bergabung dalam upaya pemadaman kebakaran hutan di sekitar Universitas Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Zaskia Adya Mecca turut terjun langsung membantu memadamkan karhutla di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Melalui sejumlah unggahan di Instagram Stories pada Rabu (21/10), Zaskia menjelaskan tantangan yang dihadapi dalam upaya pemadaman, termasuk api yang sulit dipadamkan di lahan gambut. Ia juga menyoroti keterbatasan selang yang digunakan untuk menjangkau titik kebakaran.
"Alhamdulillah dapat kesempatan hari ini partisipasi memadamkan lahan gambut yang terbakar, berat banget taunya," ungkap Zaskia Adya Mecca seperti diberitakan NadiKabar, Kamis (22/10).
"Jadi, madamin satu titik harus ditungguin minimal 2 menit. Selang jangan digoyang-goyangin karena bawahnya masih kebakar cukup dalam," tuturnya.
Selain terjun langsung memadamkan api, Zaskia juga membagikan momen saat melakukan assessment dengan mengunjungi salah satu desa yang terisolasi.
"Pagi tadi dari jam 5 subuh sudah berangkat. Kami mampir ke Desa Kanarakan yang cukup terpencil, tanpa sinyal dan akses hanya naik sampan," tulis Zaskia di Instagram Story pada Rabu (21/10).
Ia bersama relawan lainnya menempuh perjalanan menggunakan sampan di tengah kepungan kabut asap. Setibanya di sana, Zaskia tampak mengendarai motor bebek untuk mengecek kondisi lahan yang terbakar.
"Ada 100 lebih KK, tadinya pun puskesmas sempat kosong enggak ada nakes, pengobatan terdekat tiga jam. Kita bawa bantuan obat-obatan dari teman-teman semua ya," tulis Zaskia.
"Ini namanya assessment, setelah kedatangan awal, kami akan diskusi dan putuskan bisa bantu apa jangka panjangnya," tulisnya di unggahan lain.
Hingga Kamis (22/10), Zaskia tampak masih berada di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Ia menjadi relawan pemadam karhutla bersama organisasi Rangkul Foundation dan Kita Bisa.
Tak hanya ikut memadamkan api, Zaskia juga mewakili pemberian bantuan kepada warga terdampak dan juga para relawan pemadam karhutla di Palangka Raya.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sekitar 1.481 hektare lahan masih terbakar di berbagai wilayah Indonesia hingga Rabu (21/10).
Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan luas area yang masih terbakar terbesar, yakni lebih dari 321 hektare dari enam provinsi prioritas penanganan karhutla.
Enam provinsi prioritas penanganan karhutla ini meliputi Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Riau.
Di luar enam provinsi prioritas, karhutla tercatat terjadi dengan luas lebih dari 1.044 hektare. Sebanyak 44 hektare telah dipadamkan, sedangkan sekitar 1.000 hektare masih belum padam.
Komedian Riyuka Bunga juga terjun langsung ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah untuk memadamkan karhutla. Ia turut menyoroti kondisi karhutla yang dilihatnya secara langsung.
Ia menyebut area yang tampak masih hijau dari luar ternyata menyimpan kerusakan akibat kebakaran di bagian dalam.
Dalam video yang dibagikan di media sosial, Riyuka mengajak masyarakat, termasuk pemerintah, untuk melihat lebih jauh kondisi lahan yang terbakar. Ia menyindir anggapan situasi masih baik-baik saja hanya karena bagian luar area tersebut terlihat hijau.
"Mungkin pemerintah bilang ya, ini enggak apa-apa kok baik-baik aja. Iya luarnya pak, dalemnya kita enggak tau ya pak. Bapak harus ke dalem kayaknya deh," ujarnya.
"Ya benar banget, coba bapak lebih dalem lagi lihatnya, biar bapak tau bahwa kita tidak baik-baik saja. Ini memang sampah luar masih hijau ya," sambungnya.
"Tapi kalau lu masuk ke dalam... Nah, ini sampai ke sana-sananya tuh, sudah terbakar. Masih hijau ya. Jadi dalamnya dulu yang hancur justru," ujar Riyuka.
Dalam deretan unggahan di Instagram Stories, Riyuka turut membagikan momen saat mendistribusikan makanan untuk para relawan penanganan karhutla.
Hingga Kamis (22/10) siang, Riyuka Bunga tampak masih berada di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Ia membagikan kondisi kabut asap yang kembali menebal dan munculnya titik-titik api di wilayah tersebut.
"Guys di sini sudah kuning lagi ya jam segini dan asapnya udah pekat lagi terus dapet info juga disini ada titik-titik api lagi, tapi ya sudah lah ya," ujarnya di Instagram Story.
"Nah ini tuh asapnya pekat lagi dan kayak tiba-tiba gitu loh tiba-tiba pekat tiba-tiba enggak gitu, warnanya tuh kuning banget sekarang kalian bisa liat gitu," ujarnya sambil memperlihatkan kondisi di Palangka Raya.
Sejumlah selebritas perempuan menunjukkan kepedulian terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di beberapa kawasan Indonesia dengan turun langsung membantu upaya pemadaman di lokasi terdampak.
Tak hanya ikut memadamkan kebakaran hutan, mereka juga menyalurkan bantuan dalam bentuk obat-obatan hingga kebutuhan darurat bagi warga terdampak.
Aksi mereka menjadi sorotan karena berani terjun langsung membantu memadamkan api di tengah karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa bulan terakhir.
Sherina Munaf menjadi salah satu selebritas yang terjun langsung membantu upaya pemadaman. Aksi Sherina pun mendapatkan sorotan luas hingga apresiasi para pengguna media sosial.
Pada awal September 2026, Sherina datang langsung ke lokasi terdampak karhutla di Kalimantan Tengah. Ia datang bersama tim Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF).
Sherina turut memadamkan api di area hutan belakang Fakultas MIPA Universitas Palangka Raya. Kala itu, ia menilai medan yang ditemui lebih menantang dibandingkan saat rewetting atau pembasahan kembali di Hiu Putih dan Taman Wisata Alam Galeget Tiawu.
"Jujur buat aku ini adalah terrain yang lebih challenging lagi, karena banyak sekali batang-batang kayu yang di atas gambut yang sangat panas," kata Sherina dalam unggahan di media sosial.
"Jadi setiap kali kami melangkah ke depan, kami harus mendinginkan dulu karena masih sangat aktif baranya. Lebih panas lagi," lanjutnya.
Upaya pemadaman juga disebut tidak selalu berakhir setelah api terlihat sudah padam. Ia pun benar-benar merasakan dan memahami proses tersebut dapat menguras tenaga hingga mental para relawan.
Dalam upaya pemadaman saat itu, Sherina juga mengajak mahasiswa lain untuk turut bergabung dalam upaya pemadaman kebakaran hutan di sekitar Universitas Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Zaskia Adya Mecca turut terjun langsung membantu memadamkan karhutla di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Melalui sejumlah unggahan di Instagram Stories pada Rabu (21/10), Zaskia menjelaskan tantangan yang dihadapi dalam upaya pemadaman, termasuk api yang sulit dipadamkan di lahan gambut. Ia juga menyoroti keterbatasan selang yang digunakan untuk menjangkau titik kebakaran.
"Alhamdulillah dapat kesempatan hari ini partisipasi memadamkan lahan gambut yang terbakar, berat banget taunya," ungkap Zaskia Adya Mecca seperti diberitakan NadiKabar, Kamis (22/10).
"Jadi, madamin satu titik harus ditungguin minimal 2 menit. Selang jangan digoyang-goyangin karena bawahnya masih kebakar cukup dalam," tuturnya.
Selain terjun langsung memadamkan api, Zaskia juga membagikan momen saat melakukan assessment dengan mengunjungi salah satu desa yang terisolasi.
"Pagi tadi dari jam 5 subuh sudah berangkat. Kami mampir ke Desa Kanarakan yang cukup terpencil, tanpa sinyal dan akses hanya naik sampan," tulis Zaskia di Instagram Story pada Rabu (21/10).
Berikut artis-artis yang turun langsung ke lokasi kebakaran hutan untuk membantu proses pemadaman. (via Instagram)
Ia bersama relawan lainnya menempuh perjalanan menggunakan sampan di tengah kepungan kabut asap. Setibanya di sana, Zaskia tampak mengendarai motor bebek untuk mengecek kondisi lahan yang terbakar.
"Ada 100 lebih KK, tadinya pun puskesmas sempat kosong enggak ada nakes, pengobatan terdekat tiga jam. Kita bawa bantuan obat-obatan dari teman-teman semua ya," tulis Zaskia.
"Ini namanya assessment, setelah kedatangan awal, kami akan diskusi dan putuskan bisa bantu apa jangka panjangnya," tulisnya di unggahan lain.
Hingga Kamis (22/10), Zaskia tampak masih berada di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Ia menjadi relawan pemadam karhutla bersama organisasi Rangkul Foundation dan Kita Bisa.
Tak hanya ikut memadamkan api, Zaskia juga mewakili pemberian bantuan kepada warga terdampak dan juga para relawan pemadam karhutla di Palangka Raya.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sekitar 1.481 hektare lahan masih terbakar di berbagai wilayah Indonesia hingga Rabu (21/10).
Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan luas area yang masih terbakar terbesar, yakni lebih dari 321 hektare dari enam provinsi prioritas penanganan karhutla.
Enam provinsi prioritas penanganan karhutla ini meliputi Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Riau.
Di luar enam provinsi prioritas, karhutla tercatat terjadi dengan luas lebih dari 1.044 hektare. Sebanyak 44 hektare telah dipadamkan, sedangkan sekitar 1.000 hektare masih belum padam.
Komedian Riyuka Bunga juga terjun langsung ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah untuk memadamkan karhutla. Ia turut menyoroti kondisi karhutla yang dilihatnya secara langsung.
Ia menyebut area yang tampak masih hijau dari luar ternyata menyimpan kerusakan akibat kebakaran di bagian dalam.
Dalam video yang dibagikan di media sosial, Riyuka mengajak masyarakat, termasuk pemerintah, untuk melihat lebih jauh kondisi lahan yang terbakar. Ia menyindir anggapan situasi masih baik-baik saja hanya karena bagian luar area tersebut terlihat hijau.
"Mungkin pemerintah bilang ya, ini enggak apa-apa kok baik-baik aja. Iya luarnya pak, dalemnya kita enggak tau ya pak. Bapak harus ke dalem kayaknya deh," ujarnya.
"Ya benar banget, coba bapak lebih dalem lagi lihatnya, biar bapak tau bahwa kita tidak baik-baik saja. Ini memang sampah luar masih hijau ya," sambungnya.
"Tapi kalau lu masuk ke dalam... Nah, ini sampai ke sana-sananya tuh, sudah terbakar. Masih hijau ya. Jadi dalamnya dulu yang hancur justru," ujar Riyuka.
Dalam deretan unggahan di Instagram Stories, Riyuka turut membagikan momen saat mendistribusikan makanan untuk para relawan penanganan karhutla.
Hingga Kamis (22/10) siang, Riyuka Bunga tampak masih berada di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Ia membagikan kondisi kabut asap yang kembali menebal dan munculnya titik-titik api di wilayah tersebut.
"Guys di sini sudah kuning lagi ya jam segini dan asapnya udah pekat lagi terus dapet info juga disini ada titik-titik api lagi, tapi ya sudah lah ya," ujarnya di Instagram Story.
"Nah ini tuh asapnya pekat lagi dan kayak tiba-tiba gitu loh tiba-tiba pekat tiba-tiba enggak gitu, warnanya tuh kuning banget sekarang kalian bisa liat gitu," ujarnya sambil memperlihatkan kondisi di Palangka Raya.