NADIKABAR.COM — Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Agus Jamaludin, memaparkan sejumlah masalah kesehatan yang dilaporkan setelah gempa bumi melanda wilayah Kepulauan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi penyakit yang paling banyak dilaporkan.

Dalam pemaparannya, Agus menyebut terdapat 9.668 kasus ISPA yang tersebar di tujuh kabupaten terdampak gempa.

Selain ISPA, juga ditemukan kasus gigitan hewan penular rabies. Berikut distribusi penyakit yang banyak dilaporkan setelah gempa NTT periode 15-25 Agustus 2026: