NADIKABAR.COM — Laju pergerakan harga konsumen di Nusa Tenggara Barat (NTB) tercatat mengalami inflasi 0,57 persen pada Agustus 2026. Kenaikan harga daging ayam yang kian pedas dan cabai rawit jadi pemicu utama inflasi. Kembali beroperasinya dapur MBG hingga momentum Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi pemicu inflasi.

"Inflasi kali ini didorong oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, tembakau, khususnya pada komoditas daging ayam ras, cabai rawit, hingga ikan tongkol," kata Kepala BPS NTB, Wahyudin seusai rilis data inflasi di kantornya, Selasa (1/9/2026).

"Kenaikan harga daging ayam dipicu oleh meningkatnya permintaan dari SPPG seiring dengan mulai aktifnya kegiatan sekolah, yang kemudian disusul momen Maulid sehingga semakin meningkatkan permintaan," sambungnya.

Wahyudin membeberkan kenaikan harga cabai rawit kali ini disebabkan oleh produksi panen yang kurang optimal akibat cuaca panas ekstrem. Sedangkan kenaikan harga ikan layang hingga tongkol disebabkan oleh kondisi cuaca dan angin kencang.