NADIKABAR.COM — PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengekspor 85.363 kendaraan yang diproduksi di Indonesia hingga Agustus 2026, meningkat sekitar 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Marketing Director and Corporate Function Director ADM Rokky Irvayandi mengatakan kendaraan hasil produksi perusahaan di Indonesia tersebut telah diekspor ke lebih dari 60 negara di berbagai kawasan dunia.

"Hasil produksi di pabrik PT Astra Daihatsu Motor juga memiliki daya saing di pasar global," kata Rokky dalam Astra Media Day 2026 di Jakarta, Rabu.

Berdasarkan materi paparan perusahaan, volume ekspor tersebut meningkat dari 76.738 unit pada Januari-Agustus 2025 menjadi 85.363 unit pada periode yang sama tahun ini.

Tujuan ekspor tersebut tersebar di kawasan ASEAN, Asia Selatan, Asia Timur, Asia Pasifik, Timur Tengah, Afrika hingga Amerika Selatan.

Filipina menjadi negara tujuan terbesar dengan kontribusi 29 persen, disusul Jepang 18 persen dan Peru 12 persen.

Berdasarkan jenis kendaraan, sport utility vehicle (SUV) menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 50 persen dari ekspor ADM, diikuti hatchback 26 persen dan kendaraan niaga 24 persen.

Rokky mengatakan perusahaan masih melihat peluang memperluas negara tujuan ekspor dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar, terutama di negara-negara berkembang.

"Tentu kami akan terus mencari target-target tujuan ekspor kami berikutnya dengan melihat kebutuhan dari berbagai negara, khususnya di berbagai negara berkembang yang ada di dunia," ujar dia.

Dalam lima tahun terakhir, rata-rata sekitar 30 persen kendaraan hasil produksi ADM dialokasikan untuk pasar ekspor, sedangkan sekitar 70 persen lainnya ditujukan bagi pasar domestik.

ADM merupakan agen pemegang merek Daihatsu di Indonesia sekaligus produsen kendaraan, komponen dan suku cadang untuk Daihatsu serta Toyota Group.

Menurut data perusahaan, produksi ADM dalam lima tahun terakhir rata-rata berkontribusi sekitar 35 persen terhadap produksi otomotif nasional.

Perusahaan saat ini memiliki kapasitas produksi 530 ribu unit per tahun. Kegiatan produksinya melibatkan lebih dari 2.000 pemasok lokal, termasuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), dengan tingkat pembelian komponen lokal lebih dari 80 persen.

Pada 2025, ADM juga membangun pabrik baru di Karawang dengan investasi Rp2,9 triliun sebagai bagian dari penguatan fasilitas produksi di Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sebelumnya mengatakan kinerja ekspor menjadi penopang utama industri otomotif ketika pasar domestik mengalami tekanan sepanjang 2025.

Ekspor kendaraan utuh atau completely built up (CBU) produksi lokal sepanjang 2025 tercatat sekitar 518 ribu unit, meningkat 9,7 persen dibandingkan sekitar 472 ribu unit pada 2024.