Ia menyerukan diakhirinya perang Israel, seraya mengatakan bahwa orang-orang kehilangan orang-orang terkasih setiap harinya.

Korban tewas pada serangan di hari Sabtu juga mencakup Yasmin al-Boubou, seorang dosen di departemen multimedia pada College of Intermediate Studies di University of Palestine, Gaza.

Sebelumnya, ia memimpin Departemen Teknologi Multimedia di universitas tersebut. Laporan resmi universitas tahun 2019 mencatat posisinya tersebut, di mana ia mengawasi kegiatan akademik dan artistik bagi para mahasiswa.

Ketua Euro-Med Human Rights Monitor, Ramy Abdu, juga menyampaikan dukacita atas meninggalnya Yasmin, sementara akademisi Iyad al-Qarra menggambarkannya sebagai seorang cendekiawan terkemuka.

Ibunya, Halloum, tewas bersamanya dalam serangan yang sama. Namun tidak tersedia informasi terverifikasi mengenai kehidupan pribadi maupun profesional sang ibu.

Kematian Yasmin menambah daftar panjang akademisi dan peneliti yang tewas di seluruh wilayah Gaza selama perang berlangsung.

Israel mengklaim berupaya membunuh pemimpin senior Hamas melalui serangan udara ke sebuah apartemen di Gaza.

Dilansir AFP dan Reuters, Minggu (4/10/2026), serangan tersebut terjadi bertepatan dengan hari peringatan serangan 7 Oktober 2023, menurut kalender Yahudi. Peringatan itu sebagai hari paling mematikan dalam sejarah Israel yang kemudian dibalas dengan serangan dahsyat di Gaza.