Rian menceritakan peristiwa itu bermula saat DK, yang diduga memiliki keterbatasan mental, memasukkan cincin ke area kelamin. Menurutnya, hal itu mengakibatkan ia kesulitan buang air kecil, dan dibawa ke Puskesmas.

"Beberapa hari kemudian korban mengeluh tidak bisa buang air kecil, dan mulai bengkak, lalu dibawa oleh orang tuanya ke pihak kesehatan," ungkapnya.