Selain itu, ia menjelaskan kendala lain yang dialami personel di lapangan, di antaranya risiko struktur bangunan yang rapuh karena telah terbakar selama sekitar 24 jam.
"Struktur bangunan kan sudah dipanasi selama hampir 24 jam itu ta' pikir ya berisiko juga," katanya.
Pihaknya juga masih mencari bahan atau pemicu yang menyebabkan sumber api di basement masih timbul hingga menyebabkan asap cukup tebal jika dilihat dari luar gedung.
"Itu asapnya masih keluar banyak gitu berarti masih ada, masih ada pembakaran di dalam," ujarnya.
Ia menyebut lebih dari 30 personel yang terdiri atas berbagai unsur, seperti Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Taruna Siaga Bencana (Tagana), masih bersiaga di lokasi kebakaran hingga saat ini.