Hafid mengatakan pengemudi kemudian berupaya menghindari kendaraan di depannya. Mobil pemadam yang membawa muatan air selanjutnya kehilangan kendali dan terguling dua kali.

"Jadi, mereka menghindari mobil yang sementara mengantre BBM ini ambil ke arah kanan, setelah itu mobil tidak bisa dikendalikan karena keadaan mobil dalam keadaan penuh muatan air dan perlengkapan lainnya. Di situlah terjadi slip ban dan terguling sebanyak dua kali," katanya.

Ia mengatakan terdapat tujuh petugas di dalam mobil pemadam tersebut, terdiri atas tiga orang di kabin termasuk pengemudi dan empat petugas di bagian belakang.

"Korban meninggal dunia anggota kami ada dua orang, dan sementara dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin Makassar dua orang, dan yang selebihnya masih di rumah sakit," ujarnya.

Hafid berharap seluruh petugas yang masih menjalani perawatan segera pulih.

"Kami berdoa mudah-mudahan semua anggota yang sementara dirawat bisa kembali sehat dan dalam keadaan yang kembali bisa bertugas kembali," katanya.