NADIKABAR.COM β Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney membidik dampak ekonomi dari penyelenggaraan MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit, Nusa Tenggara Barat mencapai hampir Rp5 triliun.
βMotoGP Mandalika bukan sekedar tiga hari balapan namun lebih dari itu, yang kita bangun adalah legacy untuk Indonesia dan event ini menjadi katalis untuk mengembangkan destinasi, memperkuat konektivitas, menggerakkan ekonomi lokal, sekaligus membawa Indonesia dan Mandalika ke panggung global,β ujar Direktur Utama InJourney Maya Watono dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis.
Dari sisi ekonomi, penyelenggaraan MotoGP memberikan multiplier effect yang semakin luas. Dampak ekonomi dari gelaran MotoGP di Mandalika pada 9β11 Oktober 2026 melibatkan hingga 3 ribu tenaga kerja lokal serta sekitar 600 UMKM dalam ekosistem penyelenggaraan.
Dampak tersebut turut dirasakan melalui meningkatnya aktivitas akomodasi, kuliner, transportasi, perdagangan, hingga sektor pariwisata lainnya.
Tingginya minat terhadap MotoGP juga tercermin dari meningkatnya kebutuhan konektivitas menuju NTB. Berdasarkan data InJourney Airports, terdapat 66 penerbangan tambahan di Bandara Internasional Lombok untuk mendukung peningkatan kapasitas kursi angkutan udara selama periode Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.