NADIKABAR.COM — Wajah menjadi salah satu bagian tubuh yang pertama kali dilihat saat bertemu dengan orang lain.
Kulit wajah yang sedang berjerawat bisa menurunkan rasa kepercayaan diri bagi sebagian orang.
Menjadi acne fighter atau pejuang jerawat memang tidak mudah, terlebih lagi jika mereka kerap mendapatkan intimidasi dari orang-orang di sekitarnya.
Situasi tersebut bisa menyebabkan masalah psikologis yang serius yang dapat membuat mereka mengisolasi diri.
Berikut adalah beberapa dampak jerawat kepada kesehatan mental:
Jerawat yang terlihat di wajah bisa membuat seseorang merasa kurang percaya diri dengan penampilannya.
Melansir dari Vogue, penelitian menemukan bahwa kondisi kulit yang semakin parah akan membuat seseorang semakin tidak yakin terhadap dirinya. Dampaknya akan lebih besar pada orang yang mengandalkan penampilan untuk menentukan nilai dirinya.
Orang dengan kepercayaan diri yang rendah akan semakin tertekan karena jerawat. Mereka bisa semakin fokus pada kekurangan di wajah dan terus memikirkan bagaimana orang melihat penampilannya.
Penderita jerawat yang parah dan berlangsung dalam waktu lama cenderung mengalami depresi.
Hal tersebut dibuktikan dengan penelitian yang menemukan adanya hubungan antara keduanya. Orang yang mempunyai jerawat dilaporkan mempunyai risiko depresi 2 sampai 3 kali lebih tinggi dibandingkan yang tidak.
Beberapa tandanya yaitu, mulai merasa sedih dengan penampilannya, menjauh dari orang terdekat, mengalami perubahan pola tidur, dan kehilangan minat terhadap hal yang sebelumnya disukai.
Remaja rentan mendapatkan pembullyan yang berkaitan dengan kondisi kulitnya. Perlakuan tersebut bisa membuat rasa percaya diri menurun dan membuat mereka memilih untuk menyendiri karena malu.
American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa orang dengan jerawat bisa merasa dirinya rendah diri. Di beberapa kasus, hal ini membuat remaja enggan mengikuti kegiatan yang sebenarnya mereka minati.
Mereka mungkin tidak berani melakukan olahraga, takut untuk melamar pekerjaan paruh waktu, dan tidak percaya diri untuk aktif di kelas.
Jerawat yang tidak kunjung membaik bisa menyebabkan orang merasa kesal. Hal tersebut wajar terjadi, terutama saat sudah berusaha merawat kulit tetapi hasilnya belum terlihat.
Rasa frustasi juga bisa muncul saat seseorang sudah menjalani perawatan namun jerawat masih terus muncul. Kondisi kulit yang berubah-ubah bisa membuat orang menjadi frustasi.
Melihat wajah orang lain yang bersih tanpa jerawat lalu membandingkannya juga bisa membuat penderita jerawat semakin terpuruk.
Jerawat juga bisa menimbulkan rasa cemas, kekhawatiran tentang jerawat yang muncul kembali atau kondisi kulit yang tiba-tiba memburuk bisa membuat seseorang merasa tidak tenang.
Rasa cemas akan semakin parah jika memikirkan reaksi dari orang lain saat melihat kondisi kulitnya. Situasi ini bisa menyebabkan timbulnya rasa gugup ketika sedang bertemu orang lain sehingga membuat penderita jerawat mengisolasi diri.
Merawat kulit yang berjerawat memang perlu kesabaran. Jerawat tidak bisa hilang dalam sekejap apabila tidak dirawat dengan cara yang benar.
Melansir dari Cleveland Clinic, berikut adalah hal-hal yang bisa dilakukan di rumah untuk mengatasi jerawat: