Di sisi lain, Dony menyebut tidak menutup kemungkinan akan mempertimbangkan juga hasil produksi dari dalam negeri yang dibuat oleh PT Industri Kereta Api (INKA).

"Nah, kita balance-kan antara kebutuhannya dengan kapasitas produksinya INKA. Sisanya, itu yang akan kita lakukan alternatif," ujar Dony.

Terkait kebutuhan pendanaan rencana impor KRL bekas dari Jepang tersebut, Dony belum dapat memastikan terkait keterlibatan Danantara, yang mana perlu adanya perhitungan maupun pembahasan terlebih dahulu.

"Ya kita mesti bahas dengan itu," ujar Dony.