NADIKABAR.COM β€” Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengatur (BP) BUMN Dony Oskaria menilai penggabungan (merger) antara PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) kemungkinan tidak dapat dilakukan karena perbedaan karakter bisnis.

β€œKita harus mencermati juga bisnis model masing-masing (perusahaan). Tidak bisa karena mereka (bergerak di) laut, terus, ya, tidak bisa kita satukan juga, karena masing-masing sudah ada best practice industry-nya, kan,” kata Dony di Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kedua perusahaan di sektor maritim dan perairan itu memiliki fokus industri yang cukup berbeda.

Dony secara khusus mengatakan bagaimana Pelindo fokus dalam industri pelabuhan, sementara Pelni berada dalam industri pelayaran.

β€œPelindo itu port industry. Yang satu lagi (Pelni), industrinya adalah pelayaran. Jadi tidak bisa (merger), tidak ketemu dia. Ya, walaupun sama-sama di laut, bukan berarti mereka akan di-merger,” ujar dia.

β€œYa pasti tidak di-merger (antara Pelni dan Pelindo), karena memang itu dua bisnis yang berbeda. Saya tidak pernah sampaikan Pelni dan Pelindo akan di-merger. Itu dua hal yang berbeda. Satu adalah port, satu lagi adalah transportasinya,” tegas Dony.

Saat disinggung mengenai peluang merger antara Pelni dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), ia mengatakan hal tersebut perlu dilihat melalui berbagai pertimbangan yang ada.

β€œNah itu mungkin bisa, tetapi kita melihat juga apa uniqueness-nya dan lain sebagainya. Semuanya kan dipertimbangkan dengan baik-baiknya, (perusahaan dengan industri) yang sama dulu yang kita lakukan merger,” kata Dony.

β€œMisalkan seperti (perusahaan) asuransi, jelas sama yang kita merger. (Perusahaan) Asset management kita merger, kemudian (perusahaan) kawasan industri kita merger. Ini kan memang sudah sama (jenis bisnisnya). Jadi kita lakukan efisiensi, jadi lebih efisien,” ujarnya menambahkan.