Dony mengatakan pembenahan tersebut diperlukan karena transportasi publik berbasis kereta diproyeksikan terus berkembang, sehingga industri nasional harus memiliki kemampuan produksi yang semakin besar dan kompetitif.
Menurut dia, kondisi keuangan INKA masih menjadi tantangan karena perusahaan memiliki ekuitas negatif serta pinjaman tidak berkelanjutan sekitar Rp4,7 triliun yang perlu segera dibenahi.
"Nah, saat ini kapasitas mereka belum cukup untuk itu. karena itu, sedang kita lakukan nanti improvement di situ, termasuk juga penambahan modal karena kan mereka itu sebetulnya punya financial problem juga INKA itu. Ya, equity-nya negatif, ada unsustain loan Rp4,7 triliun," ucapnya.
Ia menilai penyehatan keuangan menjadi prasyarat penting agar INKA mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat daya saing industri perkeretaapian nasional dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik.