Pandu memaparkan sejumlah proyek strategis, salah satunya proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste-to-energy) senilai sekitar 1,5 miliar dolar AS.
Penerbitan obligasi untuk proyek tersebut memperoleh permintaan hampir empat kali lipat dari nilai yang ditawarkan (oversubscribed), yang mana sekitar 75 persen dari total permintaan tersebut berasal dari investor Amerika Serikat dan Eropa.
Menurut Pandu, tingginya minat tersebut mencerminkan kepercayaan investor global terhadap proyek dan prospek pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.
Adapun sebelumnya, Danantara Indonesia menyampaikan target investasi proyek industri strategis mencapai 20 hingga 30 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp361,4 triliun hingga Rp542,1 triliun dalam dua hingga tiga tahun ke depan.