Pada kesempatan tersebut, Rosan menjelaskan bahwa realisasi investasi Januari hingga September 2026 mencapai Rp1.539,2 triliun atau tumbuh 7,3 persen, di mana separuhnya dari investor global.
Sejalan dengan arah pemerintah tersebut, kawasan industri menjadi destinasi investasi jangka panjang bagi investor global, sehingga seluruh dampak industrialisasi dapat dikelola dengan baik dan memberikan manfaat bagi Indonesia.
βKesepakatan di London ini membuktikan bahwa investor global memilih Indonesia dan Holding Kawasan Industri sebagai mitra terpercaya yang menghadirkan ekosistem industri modern yang terintegrasi, dengan layanan andal, SDM berkualitas, serta berorientasi pada keberlanjutan,β kata Direktur Utama Holding Kawasan Industri Indonesia Ngurah Wirawan.
Kedua kesepakatan ini sejalan dengan arah Danantara Indonesia yang mengamanatkan Holding Kawasan Industri Indonesia sebagai tulang punggung daya tarik investasi nasional yang selaras dengan Astacita, terutama dalam membuka lapangan kerja berkualitas, melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi, serta memperkuat nilai tambah di dalam negeri.