Munjirin menyebut, Pemkot Jakarta Timur terus menjalankan program pencegahan kebakaran dengan melibatkan berbagai unsur kewilayahan, termasuk pengurus rukun tetangga (RT), rukun warga (RW), dan lembaga musyawarah kelurahan (LMK).

"Namun demikian, saya bersama jajaran tidak berhenti, termasuk lembaga RT, RW, LMK untuk menjalankan program-program pencegahan bahaya kebakaran," ucapnya.

Selain mengawasi kondisi rumah kosong, Munjirin meminta warga memeriksa instalasi listrik secara berkala guna mengantisipasi korsleting yang dapat memicu kebakaran.

Masyarakat juga diimbau menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah masing-masing sebagai langkah kesiapsiagaan untuk melakukan penanganan awal ketika muncul api.

Munjirin berharap, langkah pencegahan yang dilakukan pemerintah bersama masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, sekaligus mengurangi risiko kerugian materi maupun korban jiwa.