NADIKABAR.COM — Daratan baru muncul di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, setelah erupsi terjadi beberapa waktu lalu. Gunung Anak Krakatau sendiri juga muncul lewat proses bertahun-tahun usai letusan dahsyat Gunung Krakatau.
Dikutip dari kajian Badan Geologi, proses terbentuknya Gunung Anak Krakatau sangatlah panjang. Semua bermula dari Gunung Krakatau.
Awalnya, Krakatau dianggap sebuah kerucut gunung api besar. Kemudian, diperkirakan pada abad ke-5 masehi, terjadi letusan besar yang membentuk kaldera atau cekungan raksasa di puncak gunung.
Dari proses pembentukan kaldera ini, tersisa beberapa tiga pulau, yaitu Verlatern, Lang dan Rakata. Di tempat Rakata berada, muncul kerucut gunung api baru yang juga disebut Gunung Rakata, dengan susunan atas batuan basaltik.
Di tengah-tengah cekungan kaldera tersebut, mucul dua kerucut gunung api baru Perbuwatan dan Danan, yang semakin besar dan akhirnya, menyatu dengan Rakata disebut Gunung Krakatau.
Berdasarkan kajian, Gunung Krakatau mengalami erupsi dengan komposisi andesitik pada tahun 1680.