NADIKABAR.COM — Gemuruh arus Sungai Cidadap yang meluap pada 17-18 Desember 2025 menjadi salah satu rekaman paling dramatis di pesisir selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Di tengah kepungan air bah bercampur lumpur dan puing pepohonan di Kampung Cisarua, Desa Cidadap, seorang perwira Polisi Wanita (Polwan) berdiri memimpin evakuasi.

Tanpa ragu, ia menyeberangi jalur sungai berarus deras demi menyelamatkan Muhammad Aria, bayi berusia 8 bulan yang terperangkap di permukiman terisolasi, sembari membopong warga lanjut usia menuju lokasi pengungsian.

Perempuan itu adalah AKP Bayu Sunarti Agustina, yang kini mengemban amanah sebagai Kapolsek Simpenan. Peringatan Hari Polwan Republik Indonesia setiap 1 September merefleksikan kembali rangkaian panjang pengabdian perwira pertama tersebut, yang rekam jejaknya membentang dari ruang penyidikan reserse hingga medan tanggap darurat bencana.

Bagi Bayu, seragam dinas Polri bukan sebatas instrumen wewenang penegakan hukum, melainkan jembatan untuk menghadirkan rasa aman dan keadilan bagi kelompok masyarakat rentan.

Rekam jejak ketegasannya berakar kuat saat menjabat sebagai Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Sukabumi sejak Maret 2021.