NADIKABAR.COM — Di pinggiran sebuah kota industri di Provinsi Jawa Tengah, mesin pemintal buatan China berdengung di lantai pabrik, tempat para pekerja Indonesia menyortir kain.
Di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, di sisi barat kota tersebut, lebih dari 200 pekerja lokal menuangkan beton di lokasi konstruksi lainnya bersama para insinyur yang datang dari Provinsi Fujian, yang berjarak lebih dari 3.000 kilometer di sebelah utara.
Dua perusahaan, Honggang Textile dan Hongsheng Materials, menjadi contoh terbaru dalam sebuah eksperimen ambisius di bidang manufaktur lintas perbatasan, yakni inisiatif "Dua Negara, Taman Kembar" (Two Countries, Twin Parks/TCTP) China-Indonesia, yang kini bergerak dengan kecepatan penuh.
Momentum tersebut bukanlah kebetulan. Pada 2023, dengan dukungan kebijakan dari inisiatif "Dua Negara, Taman Kembar", Fujian Honggang Textile Technology, anak perusahaan Huagang Group, mengirim tim untuk menjajaki peluang di Indonesia dan menemukan bahwa tingkat perkembangan ekonomi serta daya konsumsi negara ini sangat selaras dengan pemosisian (positioning) produk perusahaan.
Pada akhir tahun itu, perusahaan tersebut telah membeli lahan di Semarang, dan pada Agustus 2025, pabrik pun mulai berproduksi.