NADIKABAR.COM — Menempuh perjalanan jauh hanya untuk mengurus Kartu Keluarga (KK) atau Akta Kelahiran kini tidak lagi menjadi satu-satunya pilihan bagi warga di Kawasan Transmigrasi Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan.

Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menghadirkan inovasi digital yang memungkinkan masyarakat memulai pengajuan dokumen kependudukan cukup melalui telepon seluler.

Inovasi TEP ITS di Ransiki menjadi gambaran bagaimana transformasi transmigrasi menghadirkan peran baru perguruan tinggi di kawasan transmigrasi. Kehadiran para akademisi tidak berhenti pada penelitian, tetapi diarahkan untuk menghasilkan solusi nyata bagi persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot (TEP) ITS Yogantara Setya Dharmawan mengatakan inovasi tersebut lahir dari kebutuhan nyata masyarakat di kawasan transmigrasi Ransiki yang masih menghadapi tantangan jarak dan akses dalam memperoleh pelayanan administrasi kependudukan.

"Kami melihat masyarakat tidak seharusnya selalu menempuh perjalanan jauh hanya untuk memulai pengurusan dokumen kependudukan. Karena itu, kami mencoba menghadirkan sistem yang sederhana dan mudah diakses melalui telepon seluler, sehingga teknologi dapat membantu mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat," kata Yogantara, dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9/2026).

Inovasi tersebut merupakan bagian dari bakti TEP di kawasan transmigrasi melalui riset bertema 'Digitalisasi Kelembagaan Organisasi Non-Profit di Kawasan Transmigrasi Ransiki'. Sistem ini dikembangkan untuk mendukung Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Manokwari Selatan dalam memperluas jangkauan pelayanan hingga ke masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan.