Pada musim hujan, pemilik rumah cenderung menutup rapat semua jendela dan pintu. Hal ini membuat sirkulasi udara terhambat dan menciptakan kelembapan udara dalam ruangan yang stagnan-sebuah "karpet merah" bagi kamitetep untuk berkembang biak dengan cepat.
Alasan utama kamitetep masuk dan menetap di dalam rumah adalah untuk mencari makanan dan bahan pembuat sarang. Larva kamitetep aktif mengonsumsi bahan organik mikro yang sering terakumulasi di sudut-sudut rumah yang kotor.
Secara medis, kamitetep sebenarnya tidak menggigit, menyengat, ataupun menularkan penyakit berbahaya layaknya nyamuk atau kecoak. Meski demikian, efek kontak fisik dengan kulit mereka tidak boleh diremehkan.
Dr. Dra. Ratna Yuniati, M.Si., Dosen Departemen Biologi FMIPA Universitas Indonesia (UI), menjelaskan bahwa bersentuhan dengan kamitetep dapat menimbulkan tanda-tanda khusus pada kulit:
Umumnya, ruam gatal akibat kamitetep ini dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 3 hingga 7 hari. Namun, kehadirannya di rumah tentu sangat mengganggu kenyamanan dan estetika dinding Anda. Selain itu, fase larva mereka sangat merusak karena dapat memakan dan melubangi pakaian berbahan serat alami (seperti wol) yang disimpan di lemari.
Jika Anda mulai melihat satu atau dua kantung abu-abu menempel di dinding, segera lakukan tindakan pembersihan menyeluruh. Mengusir kamitetep tidak cukup hanya dengan membuang kantung yang terlihat, melainkan harus membersihkan lingkungan sekitarnya agar telur-telur tersembunyi juga ikut musnah.
Berikut langkah-langkah praktis dan ampuh mengusir kamitetep secara permanen:
Karena kamitetep benci ruangan kering, memanipulasi kelembapan udara adalah kunci pencegahan yang sangat efektif.
Biarkan sirkulasi udara berjalan dengan baik agar ruangan tidak terlalu lembap.