NADIKABAR.COM — Jaringan kereta api Indonesia memiliki cerita menarik di titik-titik terjauhnya. Di Pulau Jawa terdapat Stasiun Merak di sisi barat dan Stasiun Ketapang di ujung timur. Di Sumatra, perjalanan kereta api penumpang aktif menjangkau Krueng Mane di Aceh pada sisi barat jaringan, sementara Tanjungkarang di Lampung menjadi salah satu pintu utama perjalanan kereta api di sisi tenggara Sumatra.

Keempatnya lahir dari perjalanan sejarah yang berbeda. Ada yang berkembang bersama pelabuhan, ada yang menjadi penghubung kota pesisir, dan ada pula yang menjadi bagian dari pembangunan jaringan kereta api sejak lebih dari satu abad lalu. Hingga kini, stasiun-stasiun tersebut tetap hidup bersama mobilitas masyarakat.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan posisi geografis setiap stasiun membuat perjalanan kereta api memiliki karakter tersendiri.

“Menarik melihat bagaimana rel menjangkau berbagai sisi Jawa dan Sumatra. Di beberapa tempat perjalanan bertemu dengan pelabuhan dan laut, di tempat lain kereta api menjadi penghubung masyarakat antarkota. Jejak sejarah itu masih digunakan masyarakat sampai hari ini,” ujar Anne.