Fuzhou terus melakukan reformasi terhadap mekanisme penyediaan kelembagaannya dengan menyederhanakan prosedur persetujuan penggunaan wilayah laut, memelopori program percontohan pendaftaran hak kepemilikan untuk platform budi daya perikanan laut dalam, serta menyediakan kebijakan keuangan yang mendukung. Langkah-langkah ini secara efektif mengatasi berbagai hambatan praktis, seperti tingginya biaya pembangunan dan kesulitan pembiayaan untuk peralatan budi daya perikanan lepas pantai berskala besar.
Dengan mengandalkan inovasi teknologi, Fuzhou telah secara intensif mengembangkan "peternakan laut" cerdas. Melalui pemanfaatan platform bawah air, robot pembersih jaring, dan peralatan inspeksi bawah laut, kota ini berhasil mengatasi tantangan biofouling laut (penumpukan organisme laut pada permukaan benda yang terendam di laut). Dengan mengintegrasikan pelampung laut, stasiun pengukur pasang surut, jaringan 5G, komunikasi satelit, dan sistem pengenalan berbasis kecerdasan buatan (AI), Fuzhou telah membangun jaringan penginderaan laut yang terintegrasi antara daratan dan lautan. Inisiatif ini secara signifikan mengurangi biaya tenaga kerja sekaligus memperkuat kemampuan peringatan dini dan perlindungan terhadap topan serta peristiwa cuaca ekstrem.