NADIKABAR.COM β€” Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan Indonesia mendengar perhatian dan kritik Malaysia serta Singapura terkait kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

β€œKritik tidak perlu dibalas dengan ketersinggungan; kritik perlu dijawab dengan kerja yang dapat diuji,” kata Dasco dalam pidato peringatan 98 Tahun Sumpah Pemuda di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu.

Dasco mengatakan DPR RI menghargai perhatian negara-negara tetangga tanpa harus menerima setiap penilaian yang disampaikan. Menurut dia, hal terpenting ialah melindungi warga terdampak, memperkuat pencegahan dan penegakan hukum, serta memulihkan lingkungan.

Ia juga menekankan pentingnya memastikan pertanggungjawaban pelaku usaha, termasuk perusahaan yang memiliki rantai kegiatan lintas negara.

Dasco menegaskan Indonesia harus tetap berpegang pada politik luar negeri bebas aktif, tidak menjadi perpanjangan tangan kepentingan negara mana pun, tetapi tetap membuka ruang kerja sama.

Dalam bidang pertahanan, ia menjelaskan bahwa sikap defensif aktif berarti tetap waspada, mampu mencegah ancaman, dan mengambil inisiatif secara terukur tanpa mencari permusuhan.

β€œKita harus tegar dan tegas menjaga kedaulatan, sekaligus arif menjaga perdamaian,” ujarnya.

Selain itu, Dasco menilai parlemen negara-negara ASEAN perlu mempererat kerja sama, bukan hanya saat terjadi krisis. Menurut dia, kolaborasi antarparlemen perlu mencakup pencegahan bencana, keamanan siber, ketahanan pangan dan energi, serta penyelesaian persoalan lintas batas.

β€œKita tidak dapat memilih tetangga, tetapi kita dapat memilih cara bertetangga: saling menghormati, berbicara terus terang, dan mencari jalan keluar bersama,” kata Dasco.