NADIKABAR.COM — Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad angkat suara merespons kritik sejumlah negara tetangga, terutama Singapura dan Malaysia, terkait kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan hingga Sumatera.
Dasco mengaku mengikuti sejumlah kritik tersebut, baik yang disampaikan pemerintah maupun parlemen kedua negara. Menurut dia, pihaknya menghargai setiap kritik tanpa harus menerima semua penilaian.
"Kritik tidak perlu dibalas dengan ketersinggungan, kritik perlu dijawab dengan kerja yang dapat diuji," ujar Dasco dalam keterangannya, Rabu (28/10).
Bagi pemerintah, kata Dasco, yang paling penting adalah melindungi warga terdampak, melaksanakan penegakan hukum, pemulihan lingkungan, dan tanggung jawab pelaku usaha.
Dasco menilai parlemen negara ASEAN harus mulai duduk bersama, bukan hanya dalam masa krisis. Menurut dia, negara-negara ASEAN harus bekerja sama dalam berbagai sektor, mulai pencegahan bencana, keamanan siber, ketahanan pangan dan energi, serta penyelesaian persoalan lintas batas.