Selain itu, tersedia jalur partisipatif menggunakan aplikasi Cek Bansos, Call Center dan WhatsApp Center.
"Salurannya kita buka lewat WA, kita buka lewat command center, kita buka lewat aplikasi Cek Bansos, kita buka lewat desa-desa dengan aplikasi SIKS-NG, di sana ada operator data desa, dan sekarang ada sekali lagi digitalisasi Bansos," ujarnya.
Kenapa Data Desil Bansos Perlu Dimutakhirkan?
Menurut Gus Ipul, pemutakhiran diperlukan karena kondisi masyarakat terus berubah. Ada warga yang meninggal, lahir, pindah tempat tinggal, menikah, hingga mengalami perubahan kondisi ekonomi.
Karena itu, data sosial ekonomi tidak bersifat tetap. Pemutakhiran dilakukan agar penyaluran program pemerintah semakin tepat sasaran.
"Jadi kalau ada keluhan, setiap ada fakta-fakta yang ada di lapangan, kita segera tindaklanjuti, kita segera mutakhirkan," imbuhnya.
Gus Ipul juga mengapresiasi masyarakat yang ikut melaporkan ketidaksesuaian data.