Menurut Luhut, digitalisasi dan bantuan AI dapat menghubungkan data-data milik seluruh kementerian/lembaga hingga pemerintah daerah. Dengan begitu, proses pembagian kategori atau kelompok desil masyarakat bisa lebih akurat.

"Untuk pertama kali semua data-data kementerian lembaga itu sudah berbicara satu sama lain melalui digital dan disupport oleh AI. Jadi Anda nanti bisa tes sendiri siapa kali ada yang mau mendaftar masuk Bansos, silahkan. Akan bisa ditolak atau bisa diterima," ungkap Luhut.

Menurut Luhut, dengan pemanfaatan AI, pengelompokan desil yang nantinya banyak digunakan untuk pemberian bansos akan lebih berkeadilan. Sebab, dengan bantuan kecerdasan buatan ini, masyarakat tidak bisa lagi menyembunyikan data atau kondisi perekonomiannya.