NADIKABAR.COM — Pengusaha nasional Dato' Sri Tahir menyebut penunjukan dirinya sebagai anggota Wantimpres di bawah Presiden Prabowo Subianto merupakan suatu kehormatan.

"Suatu kehormatan di bawah Bapak Presiden Prabowo, kehormatan," kata Tahir usai dilantik sebagai anggota Wantimpres oleh Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Jumat.

Tahir mengatakan dirinya sebenarnya telah diangkat sebagai anggota Wantimpres sekitar dua tahun lalu, tetapi pelantikannya baru dilakukan pada Jumat.

"Saya kan sudah sebenarnya sudah diangkat dua tahun yang lalu, cuma karena belum genap jadi ditunda, baru dilantik hari ini," ujar dia

Saat ditanya mengenai rencana yang akan dijalankannya sebagai anggota Wantimpres, Tahir menyerahkan hal tersebut kepada Ketua Wantimpres Pratikno.

"Itu mesti tanya Pak Pratikno, ketuanya," kata Tahir.

Tahir juga mengatakan tidak memiliki agenda khusus yang akan dibawanya dalam menjalankan tugas sebagai anggota Wantimpres.

"Enggak ada, saya ikut saja," ujar Pendiri Mayapada Group sekaligus Komisaris Utama PT Bank Mayapada Internasional tersebut.

Menurut Tahir, harapan yang terus disampaikannya untuk Indonesia adalah agar masyarakat semakin maju, makmur, dan sejahtera.

"Kita tiap hari cuma mengharapkan rakyat Indonesia lebih maju, lebih makmur, lebih sejahtera. Itu doa kita," kata Tahir.

Presiden Prabowo Subianto melantik 26 anggota Wantimpres berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 107/P tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat.

Pratikno dilantik sebagai Ketua Wantimpres, Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua, dan Muhammad Qodari sebagai Sekretaris.

Tahir termasuk dalam jajaran anggota Wantimpres, bersama sejumlah tokoh lainnya, termasuk Sinta Nuriyah Wahid, Muhammad Quraish Shihab, Agum Gumelar, Chairul Tanjung, KH Said Aqil Siradj, Soekarwo, KH Yahya Cholil Staquf, Budi Gunawan, Jusuf Hamka, Ignasius Jonan, Margarito, hingga Rocky Gerung.

Sebelumnya, Tahir juga pernah menjabat sebagai anggota Wantimpres pada periode 2019-2024. Dia dilantik Presiden ke-7 Joko Widodo bersama delapan anggota Wantimpres lainnya pada 13 Desember 2019.