NADIKABAR.COM — Perundungan bisa menimbulkan dampak yang tidak bisa diremehkan. Ketika seseorang mengalami tekanan soal dalam jangka panjang, mereka bisa mengalami kondisi yang dikenal sebagai stres sosial kronis.
Selama ini, penanganan dampak psikologi dan neurologis perundungan masih terbatas pada pendekatan konseling atau farmakologis. Namun, ternyata kondisi tersebut bisa diredakan dengan konsumsi daun kelor (Moringa olifera), benarkah begitu?
Jadi salah satu tanaman lokal yang mudah ditemukan, daun kelor ternyata punya potensi di ranah kesehatan otak. Untuk membuktikannya, studi dilakukan oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).
Studi ini dilakukan oleh lima mahasiswa UGM yang berasal dari berbagai program studi (prodi). Mereka adalah Nisrina Rahma Ardihapsari dan Hanin Izdihar dari Fakultas Biologi, Maryam Izzati Muthmainnah dari Fakultas Psikologi, Lakshinta Hasna Hapsari dari Fakultas Farmasi, serta Syakira Fauzia Fatoni dari Fakultas Kedokteran.
Bersama-sama mereka melakukan penelitian dan pengujian potensi dalam kelor dalam mendukung kesehatan otak dengan metode Chronic Social Defeat Stress (CSDS).
Secara biologis, stres sosial kronis memicu pelepasan hormon kortisol secara terus-menerus. Jika berlangsung lama, struktur dan fungsi otak, khususnya hipokampus bisa terpengaruh.