NADIKABAR.COM — Taipei, (ANTARA/PRNewswire)- Seiring dengan kebutuhan komputasi AI yang terus meningkat, tantangan infrastruktur kini tak hanya berhenti pada kemampuan prosesor. Kebutuhan daya listrik di setiap rak server juga semakin tinggi sehingga mendorong operator pusat data, produsen server, dan pemasok semikonduktor untuk memikirkan kembali cara penyaluran listrik, mulai dari jaringan listrik hingga sistem komputasi AI.

Laporan terbaru DIGITIMES Intelligence, "AI Data Center 800VDC Power Architecture Takes Shape; Future Hurdles Require Balancing Multiple Key Factors" mengulas potensi arsitektur 800VDC yang mampu mengubah sistem penyaluran daya di pusat data AI generasi baru. Laporan ini juga membahas berbagai tantangan strategis yang muncul di industri semikonduktor dan infrastruktur sejalan dengan transisi tersebut.

Daya Listrik Kini Menjadi Bagian dari Performa AI. Ketika sistem AI membutuhkan kemampuan komputasi yang semakin besar, penyaluran daya tidak lagi sekadar urusan fasilitas pusat data, namun sudah menjadi bagian dari desain sistem. Rak AI dengan kepadatan tinggi mendorong industri untuk mengevaluasi kembali efisiensi konversi, densitas daya, ukuran sistem, pengelolaan panas, hingga jalur listrik sebelum daya listrik mencapai GPU dan akselerator lainnya.

DIGITIMES menilai bahwa peralihan industri menuju arsitektur DC dengan tegangan yang lebih tinggi mulai mengubah rantai penyaluran daya listrik secara keseluruhan. Perubahan ini tidak hanya berdampak pada desain pusat data, melainkan juga semikonduktor daya, sistem server, perangkat konversi daya, hingga rantai pasok infrastruktur AI secara lebih luas.