Dua kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi mahasiswa Universitas Negeri Jakarta jurusan Manajemen Olahraga itu untuk melanjutkan perjuangan di fase grup. Yoga juga masih menjaga asa teqball Indonesia mencetak sejarah dengan meraih medali Asian Games pertama.

"Cukup fokus dengan kemampuan yang kita punya dan percaya diri. Kualitas fokusnya tidak boleh kebawa dengan permainan lain. Kita tetap fokus pada tujuan. Kita sudah latihan capek-capek sebelumnya. Tidak boleh kalah dengan hal-hal tegang seperti ini, jadi harus dialihkan fokusnya," ujar Yoga dalam keterangan tertulisnya.

Atlet berusia 21 tahun itu mengingat kembali proses panjang yang telah dijalani bersama tim sebelum tampil di Asian Games. Menurutnya, rasa tegang tidak boleh mengalahkan hasil latihan dan persiapan yang sudah dilakukan.