NADIKABAR.COM — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong penerapan pemilihan kepala desa (pilkades) secara elektronik di seluruh desa di Jawa Barat untuk mempercepat penghitungan suara dan menekan biaya penyelenggaraan.
“Hari ini Pemprov Jabar mewujudkan demokrasi yang cepat, demokrasi yang murah, demokrasi yang melahirkan efisiensi dalam tata kelola keuangan daerah dengan menyelenggarakan pemilihan kepala desa melalui e-voting,” kata Dedi dalam keterangan yang diterima di Bandung, Rabu.
Dedi menjelaskan, sistem pemungutan suara elektronik atau e-voting memungkinkan hasil pemilihan diketahui lebih cepat karena proses penghitungan suara tidak memerlukan waktu lama setelah pemungutan suara selesai.
“Pilkadesnya e-voting tanpa kertas suara, tanpa perlu lama-lama menunggu penghitungan suara. Begitu bilik suaranya ditutup, hasilnya sudah bisa terlihat siapa yang menjadi pemenang, menjadi kepala desa,” ujarnya.
Ia mendorong penerapan metode tersebut di seluruh desa di Jawa Barat agar efisiensi waktu dan biaya penyelenggaraan pemilihan dapat dirasakan hingga pelosok daerah.
“Semua desa yang ada di Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan pilkadesnya dengan metodologi e-voting,” katanya.
Dedi menambahkan, pemanfaatan teknologi digital dalam pilkades harus mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih cepat dan tepat, termasuk dalam penyelenggaraan demokrasi di tingkat desa.
Ia berharap digitalisasi pilkades menjadi bagian dari transformasi pemerintahan desa yang modern dan efisien.
“Desa tumbuh menjadi basis pembangunan yang berkemajuan,” ujarnya.