NADIKABAR.COM — Anggaran pendapatan pada Perubahan APBD Tulungagung 2026 diusulkan mengalami penurunan puluhan miliar. Namun, jumlah belanja justru melonjak, sehingga defisit anggaran membengkak.
Dalam nota rancangan APBD Perubahan Tulungagung 2026 jumlah pendapatan diproyeksikan sebesar Rp2,991 triliun atau turun dari anggaran induk Rp3,015 triliun.
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengatakan, postur APBD juga terjadi perubahan pada sektor belanja yang justru mengalami lonjakan Rp234,944 triliun dari semula Rp3,233 triliun menjadi Rp3,468 triliun.
"Perubahan tersebut membuat defisit APBD 2026 meningkat menjadi Rp 477,649 miliar," kata Ahmad Baharudin.
Menurutnya defisit anggaran tersebut akan ditutup oleh anggaran penerimaan pembiayaan, termasuk Silpa. Sehingga seluruh defisit tersebut akan menjadi nol.
"Daripada kita menghabiskan yang tidak efisien dan tidak guna, kan mendingan nanti disilpakan saja untuk pembangunan 2027 infrastruktur lagi," Ujarnya.
Di sisi lain Pemerintah Tulungagung juga mengajukan Rancangan APBD 2027 kepada DPRD setempat guna dilakukan pembahasan. Pada nota RAPBD Tulungagung 2027, sektor pendapatan diproyeksikan hanya Rp2,708 triliun atau lebih rendah dari proyeksi APBD Perubahan 2026.