βPemahaman mengenai teknologi bagi UKM ini sangat krusial di Jepang dan Korea, sehingga mereka benar-benar layak menjadi bagian dari rantai pasok industri besar. Begitulah caranya UKM bertransformasi menjadi tulang punggung perekonomian,β kata Bambang.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya etika bisnis dalam menjaga keberlangsungan UKM. Menurutnya, perusahaan besar perlu berfokus pada bisnis utama dan tidak mengambil alih pasar yang semestinya dapat menjadi ruang usaha bagi UKM.
Bambang mencontohkan, perusahaan besar di Jepang seperti Sumitomo atau Mitsubishi tidak harus merambah bisnis restoran sushi meskipun usaha tersebut berpotensi menghasilkan keuntungan besar. Sebaliknya, perusahaan besar dapat berfokus pada industri berat dan manufaktur, sementara UKM mengembangkan usaha di sektor jasa, termasuk kuliner.
Ia menilai, Indonesia masih perlu memperkuat etika bisnis agar konglomerasi besar tidak berhadapan langsung dengan UKM dalam persaingan yang tidak seimbang. Menurut Bambang, pembagian ruang usaha yang lebih proporsional dapat membantu UKM berkembang tanpa harus menghadapi persaingan langsung dengan perusahaan bermodal besar.
βSaya rasa ini adalah area di mana Indonesia masih perlu menyelaraskan dan mematangkan etika bisnisnya, demi memastikan tidak ada persaingan langsung secara head-to-head antara satu konglomerasi raksasa melawan UKM, misalnya di bisnis kuliner atau F&B. Menurut saya hal itu tidak adil, terutama bagi para pelaku UKM,β kata Bambang.