NADIKABAR.COM — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menggelar Gebyar Batik Sleman 2026 sebagai upaya melestarikan warisan budaya sekaligus memperkuat ekonomi kreatif dari industri kecil dan menengah (IKM) daerah setempat.
Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Sleman Mila Harda Kiswaya di Sleman, Senin, mengatakan perhelatan yang berlangsung pada 2 hingga 31 Oktober 2026 dan terbagi dalam sejumlah agenda kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional dan Hari Batik Sedunia.
"Dua momen batik ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk meneguhkan kembali bahwa batik bukan sekadar kain bermotif, tetapi karya wastra pengejawantahan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi, yang sarat makna, doa, dan kearifan lokal," kata Mila.
Ia menjelaskan Gebyar Batik Sleman 2026 dirancang sebagai ajang promosi, apresiasi, dan transaksi bagi produk IKM Sleman agar dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Masyarakat juga diajak untuk datang dan membeli produk-produk lokal sebagai dukungan nyata kepada para perajin.