NADIKABAR.COM — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jambi bekerja sama dengan perusahaan minyak dan gas (migas) di wilayah tersebut menggelar pelatihan batik kontemporer dengan melibatkan 28 perajin sebagai upaya memperkuat inovasi dan daya saing ekonomi kerajinan daerah.
"Banyak perajin batik kita selama ini menggunakan motif-motif klasik, sementara kita berharap generasi muda, terutama anak-anak, tertarik menggunakan batik kita. Karena itu, perlu inovasi dengan menghasilkan batik yang sesuai dengan perkembangan zaman," kata Ketua Dekranasda Provinsi Jambi Hesnidar Haris di Kota Jambi, Selasa.
Kegiatan pelatihan tersebut berlangsung dari 3 hingga 7 November 2026 di Balai Kerajinan Rakyat Selaras Pinang Masak, Kelurahan Mudung Laut, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi.
Menurut dia, peningkatan keterampilan membatik tidak hanya untuk menjaga kelestarian warisan budaya leluhur, melainkan mampu memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga para perajin.
Dirinya menambahkan, keterbatasan Dekranasda sebagai lembaga kemasyarakatan membangun kolaborasi dengan dunia usaha menjadi sangat penting.
Untuk itu, ia berharap kemitraan dengan PetroChina dapat berlanjut pada program pemberdayaan kriya dan UMKM lainnya.
"Sesungguhnya hari ini kita sedang menyalakan tungku-tungku harapan bagi para perajin. Harapannya, dapur mereka tetap mengepul, hasil karya semakin baik, dan ekonomi keluarga ke depan semakin meningkat," ungkapnya.
Community Development Supervisor PetroChina International Jabung Ltd Ahmad Ramadlan menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pengembangan masyarakat (PPM) dengan menghadirkan pelatih dari luar daerah.
"Kami bekerja sama dengan Dekranasda dan menanggung seluruh pembiayaan pelatihan ini, termasuk menghadirkan pelatih dari luar untuk memberikan wawasan dan keterampilan baru kepada para peserta," katanya.
Ketua Harian Dekranasda Provinsi Jambi Luthpiah menyampaikan bahwa selama lima hari peserta diberikan materi teori dan praktik.
Nantinya peserta akan memperoleh fasilitas penuh berupa akomodasi, konsumsi, biaya transportasi, hingga uang harian.
Ia merinci, 28 peserta pelatihan meliputi enam orang berasal dari Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dua orang dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat, serta 20 peserta lainnya mewakili Kota Jambi dan kabupaten lain di provinsi tersebut.