NADIKABAR.COM — Sebanyak 8.709 atlet dari 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur dijadwalkan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim 2026 yang mempertandingkan 64 cabang olahraga.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menyampaikan hal tersebut seusai menerima audiensi Bupati Paser Fahmi Fadli beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Paser di Samarinda, Rabu, terkait persiapan Porprov pada 14–27 November 2026.
Porprov VIII Kaltim akan mempertandingkan 1.072 nomor pertandingan dengan Kabupaten Paser sebagai tuan rumah utama.
Sebanyak 52 cabang olahraga akan berlangsung di Kabupaten Paser, sedangkan 12 cabang lainnya digelar di Balikpapan (empat cabang), Samarinda (tujuh cabang), dan Berau (satu cabang).
Porprov Kaltim merupakan ajang olahraga empat tahunan antarkabupaten/kota yang menjadi salah satu sarana pembinaan dan evaluasi prestasi atlet daerah.
Pada penyelenggaraan sebelumnya, Porprov VII Kaltim 2022 berlangsung di Kabupaten Berau dengan Kota Samarinda keluar sebagai juara umum setelah mengumpulkan 254 medali emas, 183 perak, dan 204 perunggu.
Untuk Porprov VIII, Kabupaten Paser tercatat mengirimkan kontingen terbesar dengan 1.256 atlet dari total 8.709 atlet yang telah melalui proses verifikasi dan pengesahan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim.
Rudy berharap ajang olahraga tingkat provinsi tersebut menjadi sarana pembibitan atlet potensial untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
"Porprov ini bukan hanya panggung prestasi di cabang olahraga, tetapi juga bagaimana persaudaraan seluruh masyarakat Kalimantan Timur di Paser ini semakin terajut dengan baik," kata Rudy.
Ia mengapresiasi komitmen Kabupaten Mahakam Ulu yang mengirimkan 247 atlet untuk mengikuti 24 cabang olahraga meskipun berada di wilayah pedalaman.
Selain mempersiapkan pertandingan, Gubernur meminta tuan rumah memastikan kesiapan fasilitas pendukung, terutama akomodasi, transportasi, dan layanan kesehatan bagi atlet serta ofisial.
Berkaca pada pengalaman penyelenggaraan kegiatan serupa di Kutai Timur, Rudy mengingatkan pentingnya mengantisipasi kebutuhan penginapan bagi peserta dan pendamping.
Ia mendukung rencana pemanfaatan rumah warga sebagai penginapan (homestay) mengingat jumlah fasilitas hotel di Kabupaten Paser masih terbatas.
Rudy juga meminta penyelenggara memberikan perhatian khusus terhadap layanan kesehatan bagi atlet dan ofisial selama kompetisi berlangsung.
Kepada KONI Kaltim, Rudy menekankan pentingnya penerapan aturan pertandingan yang jelas, penggunaan wasit profesional, serta pelaksanaan kompetisi yang adil dan menjunjung tinggi sportivitas.
"Kita mengejar kemenangan, tapi kemenangan yang terhormat. Kalau kita kalah, kalahnya bermartabat. Pastikan jangan sampai protesnya lebih banyak daripada prestasinya," tegas Rudy.
Terkait anggaran, Gubernur meminta pengelolaan dana dilakukan secara tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia juga mengingatkan agar setiap kendala di lapangan memiliki penanggung jawab dan batas waktu penyelesaian yang jelas serta dilaporkan sesuai kondisi sebenarnya.
"Pastikan setiap rupiah yang dikeluarkan betul-betul mendukung penyelenggaraan dan kebutuhan atlet. Jangan sampai kegiatannya sudah selesai, kita ada masalah lagi di kemudian hari," ujar Rudy.