Setidaknya ada empat kelompok yang dijadwalkan menyampaikan aspirasi pada Demo 27 Agustus, yakni Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB), Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), serta Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4).
Masing-masing kelompok membawa tuntutan yang berbeda. Isu yang disuarakan tim redaksi lain pengesahan RUU Perampasan Aset, pemberantasan korupsi, harga kebutuhan pokok, pendidikan, kesehatan, hingga evaluasi sejumlah program pemerintah.
Aksi tersebut dipusatkan di sekitar Gedung DPR/MPR RI sehingga pengguna jalan yang hendak melintasi kawasan Senayan dan sekitarnya perlu memperhatikan kondisi lalu lintas terkini.
Belum dapat dipastikan bahwa seluruh kondisi jalanan Jakarta yang lebih sepi disebabkan oleh aksi demonstrasi. Namun, sejumlah laporan netizen menunjukkan adanya warga yang memilih WFH atau WFA pada hari ini.
Pilihan tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang mengurangi jumlah perjalanan menuju pusat-pusat perkantoran Jakarta.
Selain itu, warga yang biasanya bepergian menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum juga kemungkinan memilih menunda perjalanan atau mengubah rute untuk mengantisipasi dampak aksi.
Bagi masyarakat yang tetap harus bepergian, pemantauan kondisi lalu lintas secara berkala menjadi penting. Situasi jalan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan massa aksi dan kebijakan rekayasa lalu lintas di lapangan.
Jadi, bagaimana kondisi jalanan Jakarta hari ini? Sejumlah netizen melaporkan suasana yang lebih lengang dibandingkan biasanya, bahkan ada yang menyebut perjalanan menuju kantor terasa seperti hari Sabtu. Fenomena tersebut muncul bersamaan dengan Demo 27 Agustus di kawasan Gedung DPR/MPR RI dan banyaknya warga yang memilih bekerja dari rumah maupun lokasi lain.