"Kedutaan akan terus bekerja keras untuk membangun persahabatan yang berkelanjutan dan memastikan semua orang dapat menikmati Thailand dengan saling menghormati," kata Teplitskiy dalam video yang diunggah ke Facebook.

Teplitskiy menyatakan lembaga terkait dari kedua negara sedang bekerja sama untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Wisatawan Israel yang hendak berkunjung ke Thailand nantinya akan mendapat panduan resmi agar menghormati hukum dan budaya setempat.

Di sisi lain, Sihasak menyatakan negaranya tetap terbuka bagi wisatawan, tetapi keramahan tersebut memiliki batas.

"Thailand adalah negara yang menyambut wisatawan, tetapi pada saat yang sama, keramahan kami bukan berarti wisatawan, terlepas dari kewarganegaraannya, dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan di Thailand," ujar Sihasak.

Lebih dari 277.000 warga Israel tercatat mengunjungi Thailand pada delapan bulan pertama 2026, naik sekitar 7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.