Lalu, moratorium, evaluasi, dan transparansi program strategis nasional terutama MBG dan KDMP. Menuntut regulasi pengadaan, tata kelola dan transparansi BBM subsidi di setiap daerah di Indonesia.

Selanjutnya, menuntut perbaikan pola komunikasi pemerintah terutama komunikasi Presiden yang kerap merendahkan rakyat. Restrukturisasi dan perampingan kabinet gemuk demi efisiensi birokrasi dan anggaran negara.

Kemudian, hentikan militerisme dalam berbagai bentuk terutama pelibatan militer di ranah sipil, serta tegakkan proses peradilan HAM bagi 13 peristiwa pelanggaran HAM Berat masa lalu.

Dalam aksi kali ini pula, massa mendesak untuk ditemui perwakilan legislatif. Setelah beberapa saat, Ketua DPRD DIY, Nuryadi muncul dan menyampaikan akan meneruskan aspirasi mahasiswa ke pusat.

Hingga siang ini, demo masih berlangsung secara kondusif dengan pengamanan ratusan anggota kepolisian.

Sebanyak tiga ribu personel gabungan Polri-TNI serta instansi terkait dikerahkan untuk mengamankan demonstrasi dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran yang tersebar di 33 titik di Makassar, Sulawesi Selatan.

"Iya, personel yang diturunkan ada 3 ribu gabungan," kata Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jaffar Ahmad kepada NadiKabar.com, Selasa.

Jumlah titik aksi di Makassar, kata Ahmad, tersebar di 33 titik termasuk di depan kantor sementara DPRD Sulsel, Jalan AP Pettarani, Jalan Urip Sumiharjo.

"Diperkirakan ada 33 titik demo hari ini, seperti di DPRD Sulsel, dibawa jembatan flyover, Jalan Sultan Alauddin, Jalan Perintis Kemerdekaan dan beberapa titik yang berada didepan kampus mahasiswa," ungkapnya.

Untuk mengantisipasi kemacetan, kata Ahmad, pengendara agar dapat mencari jalur alternatif, sehingga tidak terjebak kepadatan kendaraan nantinya.

"Masyarakat agar menghindari tempat yang digunakan mahasiswa yang menyalurkan aspirasinya," katanya.