NADIKABAR.COM — Demonstran siswa sekolah menengah di Prancis mulai melemparkan bom molotov, kata pihak prefektur Meurthe-et-Moselle di Prancis pada Senin.
"Aparat penegak hukum mencatat aksi pembakaran properti, penggunaan kembang api, dan pelemparan bom molotov," kata pihak prefektur.
Berdasarkan data otoritas, sejauh ini tidak ada korban luka dalam aksi protes tersebut.
Penyiar BFMTV pada Senin melaporkan bahwa siswa sekolah menengah di Prancis menggelar aksi protes di 413 sekolah, di mana 40 persen di antaranya baru pertama kali terdampak sejak aksi tersebut berlangsung.
Pemerintah Prancis menilai hal Ini mencerminkan upaya untuk memperluas gerakan aksi protes tersebut.
Para siswa sekolah menengah atas di Prancis menggelar aksi unjuk rasa sejak pertengahan September untuk memprotes jadwal pelajaran yang terlalu padat, kekurangan guru, dan berbagai masalah pendidikan lainnya.
Dalam beberapa kasus, unjuk rasa tersebut berujung pada kerusuhan.
Menurut data terkini, lebih dari 5.000 orang telah ditangkap, yang kebanyakan anak-anak di bawah umur.
Penerjemah: Asri Mayang Sari