"Angka 38,7 persen kebutuhan minyak mentah kilang domestik di 2025 dipenuhi dari impor, 34,2 persen kebutuhan BBM domestik di 2025 dipenuhi dari impor, dan 80,6 persen kebutuhan LPG domestik di 2025 dipenuhi dari impor," ucap dia.
Menurut dia, oleh karena itu perlu dilakukan diversifikasi sumber dan jalur impor energi agar tidak bergantung pada sumber tertentu. Hal tersebut menjadi satu dari empat langkah prioritas untuk mengurangi ketergantungan akan impor.
"Kemudian langkah prioritas lain yang memperlengkapi lagi adalah dengan memperkuat stok operasional LPG dan BBM, kemudian mengoptimalkan produksi minyak mentah domestik, dan percepatan pembangunan dan pengoperasian cadangan penyangga energi (CPE)," tambahnya.