Namun dari sisi cadangan bahan bakar minyak (BBM), lanjut dia, memang terjadi sedikit goncangan yang dipicu sekitar 30 persen BBM termasuk 38 persen minyak mentah masih tergantung dari impor luar negeri.
Persoalan itu pun dinilai riskan terhadap kondisi pasokan BBM di Indonesia apabila bahan minyak impor terbatas atau tak ada sama sekali.
Maka itu, DEN terus mendorong agenda ketahanan energi melalui swasembada sumber daya yang dimiliki lalu diolah untuk pemenuhan energi nasional, sehingga tidak tergantung lagi dengan impor.
"Sesuai mandatory, stok BBM kita bertahan 23 hari, dan LPG 15 hari. Sejauh ini tak ada gangguan stok, BBM masih aman untuk transportasi, demikian pula LPG bagi rumah tangga," ucapnya.