NADIKABAR.COM โ€” Dewan Energi Nasional (DEN) terus mendorong peningkatan produksi dan memperluas variasi atau diverifikasi produk untuk ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor melalui percepatan pembentukan cadangan penyangga energi (CPE).

"Agar kita tidak bergantung pada impor, kita harus menambah produksi, baik fosil maupun nonfosil. Untuk minyak dan gas, berarti kita meningkatkan lifting," kata Anggota Pemangku Kepentingan DEN Muhammad Kholid Syeirazi saat mengikuti kegiatan sosialisasi kebijakan energi di Jambi, Rabu.

Kholid menyampaikan untuk menekan angka impor minyak dan gas, pemerintah perlu meningkatkan aktivitas lifting produksi dalam negeri secara berkelanjutan.

Selain meningkatkan produksi harian, DEN juga menekankan pentingnya diversifikasi bahan baku sebagai pengganti maupun penambah bauran energi.

Saat ini, penerapan biodiesel B35 telah berjalan untuk mengurangi impor solar dan pemerintah berencana meningkatkan kombinasi atau bauran tersebut hingga menjadi B50.

Selain itu, โ€‹untuk bahan bakar bensin, pemerintah tengah fokus pengembangan bioetanol.

Lanjut dia, untuk mewujudkan program itu, Presiden Prabowo telah menginstruksikan DEN untuk mengkaji serta mempercepat pengembangan bioetanol hingga E50 pada 2030.