‎"Ada dua orang yang ditangkap di Tomoli. Keduanya sejak 2015 sudah menetap di desa kami, tetapi memang belum melaporkan kepindahannya secara resmi," ujarnya.

‎Muhlis menjelaskan dalam kesehariannya, kedua terduga teroris tersebut bekerja sebagai petani kakao. Mereka dikenal warga sekitar cenderung tertutup dan jarang berinteraksi dengan masyarakat.

‎"Pekerjaan sehari-hari mereka petani kakao. Kalau berinteraksi dengan warga sekitar memang agak tertutup," ucapnya.