Patrick Stewart sebagai Captain Jean-Luc Picard menuai pujian karena dianggap membawa kedalaman emosi yang kuat dalam menampilkan karakter yang dipengaruhi trauma masa lalu dan dendam pribadi melawan ras Borg. Akting intensnya sering dibanding-bandingkan dengan karakter Captain Ahab dari Moby Dick.
Film ini mendapatkan nominasi Academy Award kategori Best Makeup dan memenangkan tiga penghargaan Saturn Award. Film ini kemudian diikuti oleh Star Trek: Insurrection pada 1998.
X-Men (2000) menjadi film pertama yang menampilkan Patrick Stewart sebagai Charles Xavier/Professor X. Pendiri X-Men ini mengharapkan adanya koeksistensi damai antara kaum mutan dan manusia biasa. Kekuatannya mencakup telepati, yang diperkuat oleh superkomputer Cerebro.
Pemilihan Patrick Stewart sebagai Professor Charles Xavier dianggap oleh kritikus dan penggemar sebagai salah satu keputusannya casting paling tepat dalam sejarah film. Stewart memberikan wibawa, karisma, dan aura kepemimpinan yang berkelas khas aktor teater Shakespeare. X-Men (2000) bisa disaksikan di Disney+.
Film ini merupakan bagian kesepuluh dalam seri film X-Men, sekaligus film solo Wolverine ketiga setelah X-Men Origins: Wolverine (2009) dan The Wolverine (2013). Film ini berfungsi sebagai spin-off sekaligus sekuel dari X-Men: Days of Future Past (2014).
Film ini menuai pujian dari para kritikus berkat adegan aksinya, kedalaman emosional, kualitas akting para pemerannya, serta penyutradaraan James Mangold, dan menjadi sebagai film dengan ulasan terbaik dalam waralaba X-Men.
Berbeda dari film X-Men sebelumnya, Patrick Stewart dinilai memberikan akting emosional dan rapuh sebagai Profesor X yang menua, pikun, dan berjuang melawan penyakitnya. Penampilan Stewart berduet dengan Hugh Jackman mendapatkan pujian dari kritikus. Logan (2017) bisa disaksikan di Disney+.