NADIKABAR.COM — Warga mengeluhkan sesak napas hingga mata perih dampak kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan. Namun, mereka terpaksa ke luar rumah karena harus bekerja.
Salah satu warga bernama Nina (22) mengaku mengalami mata perih saat berkendara ketika asap pekat menyelimuti Palembang. Menurutnya, kabut asap yang menyelimuti Palembang lebih pekat dari sebelumnya dan sangat berbahaya.
"Sudah beberapa hari ke belakang cukup pekat asapnya, kalau sedang bermotor kadang mata terasa perih. Jadi kalau bukan karena kerja saya hanya di rumah, mengurangi aktivitas di luar karena untuk menjaga kesehatan," katanya, Minggu (4/10/2026).
Hal senada dikatakan warga lainnya bernama Neni (56), yang merasa cemas dan sakit akibat kabut asap dari karhutla.