NADIKABAR.COM — Ratusan warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, mengungsi karena potensi awan panas setelah erupsi Gunung Sinabung. Sementara Desa Payung hanya diminta siaga.
"Direkomendasikan (dievakuasi) karena potensi awan panas, jalurnya ke arah situ, jadi Payung rencananya tidak dievakuasi, cuman siap siaga aja," kata Penanggung Jawab Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung Armen Putra, Selasa (1/9/2026).
Armen menjelaskan jika abu vulkanik masih terus keluar hingga hari ini, gempa juga masih terekam. Namun abu vulkanik lebih tinggi intensitasnya kemarin dibanding hari ini.
"Tadi dari laporan kita masih ada keluar abu vulkanik yang menandai bahwa aktivitasnya masih cukup tinggi, dan kita melihat untuk gempa-gempa tremornya masih terekam dan masih ada gempa-gempa vulkaniknya," ucapnya.
Puncak Gunung Sinabung disebut tidak teramati dengan baik secara visual. Namun pengakuan relawan, mereka melihat adanya titik api.
"Secara visual memang tidak teramati dengan jelas puncak gunung api, tetapi kemarin teman-teman relawan juga melihat adanya titik api," ujarnya.
Hal itu menunjukkan jika magma sudah mengarah ke puncak. Hal itu menandakan potensi kubah lava hingga berujung potensi terjadi awan panas.
"Titik api ini menandakan magma sudah berimigrasi atau sudah mengarah ke puncak, nah ini menandakan bisa terjadinya penumpukan atau tumbuhnya kubah lava lagi, ketika ini terjadi maka ini potensinya terjadi awan panas baik guguran maupun letusan," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, Gunung Api Sinabung erupsi pada Senin (31/8) pukul 10.17 WIB. Akibatnya, ratusan warga Desa Kuta Tengah dievakuasi.