Selain desa wisata, Martini mengaku Pemerintah Korea Selatan juga ingin mempelajari mengenai industri wisata ramah muslim yang kian berkembang dan diminati oleh wisatawan.

Dia menilai pemerintah Korea Selatan ingin mengetahui lebih lanjut tata cara menyiapkan destinasi wisata yang ramah muslim baik dari sisi fasilitas maupun penyediaan layanan yang akan dihadirkan.

"Korea juga ingin melihat karena pasar (muslim) Indonesia besar sekali, selain itu (di ASEAN) juga ada Brunei dan Malaysia. Jadi (Korsel) ingin tahu bagaimana cara menyiapkan diri untuk bisa menerima wisatawan muslim," kata Marthini menambahkan.